Orang susah tak akan selamanya susah, Percayalah ! :)


My Life Story
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh..
kali ini saya akan sedikit berbagi cerita mengenai kehidupan saya, yang bagus monggoh diambil hikmahnya,, yang buruk saya mohon maaf sebesar-besarnya..


Perkenalkan, Nama saya Fatimatuz Zuhroh ,saya lahir pada tanggal 06 November 1996. saya berasal dari keluarga yang mampu pada awalnya, namun karena berjalannya waktu kehidupan saya berubah menjadi seperti ini. Semuanya berawal dari hari dimana saya kehilangan orang yang sangat saya sayangi yaitu Ayah.
Ayahku adalah seorang bos sandal di daerah Sidoarjo namanya Miftachul Huda. Dan ibuku adalah seorang Hafidzul Qur’an yang hanya lulusan MI namanya Maisaroh. aku mempunyai seorang kakak perempuan yang bernama Nur Fauziyah.
Saat saya berusia 3 tahun, tepatnya menjelang bulan Ramadhan pada tanggal 16 November 1999. Dan kebiasaan seorang bos sandal setiap tahunnya ialah memberikan THR pada karyawannya baju kokoh, pesangon dan juga sarung baru untuk dipakai hari Raya Idul Fitri. Siang itu Ayah dan Ibuku bersiap untuk membeli semua THR itu di pasar turi. Waktu itu saya masih kecil dan ibu sebelum berangkat menitipkan aku pada nenekku, dan kakak ku yang masih duduk dibangku TK diberi uang 3000 agar tidak ikut ke pasar turi, dan ibu pun menunggu di depan gang. Tapi saat mobil Ayah menjemput Ibu di depan gang. Ibu kaget melihat kakakku mbak zia di dalam mobil sama Ayah ku. 
Ibu complain ke Ayah “Kenapa Zia ikut? Nanti kalau Fatim bangun gimana?” 
Ayah menjawab “Apa sih? Zia itu ikut aku tidak ikut Samean..ada Ibu(nenek) kok di rumah, kalau Fatim nangis Ibu pasti langsung gendong” Ibuku pun terdiam. Tak ada firasat apapun dihatinya.

Ketika perjalanan pulang dari pasar turi dengan membawa beberapa karung berisi THR karyawannya saat itu dalam keadaan hujan deras,Ibuku dari dalam mobil membersihkan kaca dengan lap karena kaca itu sudah buram karena embun. Mobil sedan merah milik Ayahku terhenti di lampu merah dekat Masjid Al-Akbar Surabaya atau yang biasa disebut Masjid Agung. Di depan mobil Ayah ada mobil Tengki pertamax, Tiba-tiba ada truck yang melaju kencang dari belakang dalam kondisi rem yang blong langsung menghantam mobil Ayahku “Bruak” mobil ayahku remuk d tengah karena terhimpit 2 mobil yang besar, Mbak Zia kepalanya terbentur depan mobil langsung menghembuskan nafas terakhirnya, dada Ayahku terbentur di setiran mobil dan Ibuku  yang dalam posisi membersihkan kaca langsung terpental dari dalam mobil keluar menembus kaca, kakinya tersangkut di radio dalam mobil, kepala dan badannya keluar, Ibuku bergelantung lemah dengan pecahan kaca menempel pada kulitnya. Semua orang mengambil barang-barang dalam mobilku dan tidak menyelamatkan kedua orangtuaku dan kakakku, bahkan dompetpun dibawa sama orang-orang yang tidak punya hati itu. Identitas orang tuaku diketahui dari kaos yang dikenakan Mbak Zia bertuliskan “TK.ZAINUDDIN Waru Sidoarjo” berita kecelakaan itupun di siarkan di Radio. Ibu dengan luka seperti itu mendengar suara gerimis air dan  Adzan Maghrib  dari Masjid Agung kemudian tak sadarkan diri diatas tanah yang tergenang air.
Semua keluarga dari Ayah dan Ibu berkumpul di rumah sakit. Ibuku koma selama 18 hari, bahkan orang daerah ngeni rumah Ayah sudah mengumumkan di masjid bahwa Ibu,mbak Zia dan Ayahku meninggal dunia . Ibu pernah menceritakan pernah bermimpi berada di lapangan,di ikat dan dikelilingi api. Ibuku berteriak dan menyebut kalimat “Allahu Akbar” Seketika itu Ibuku pun sadar dari komanya. Keluarga Ibuku sangat bahagia melihat Ibuku bangun dan saat itu aku tak percaya dengan kata orang kalau Beliau adalah Ibuku, giginya habis, mukanya buruk karena pecahan beling itu, bahkan rambutnya habis dipotong dokter. Ibuku menanyakan keberadaan kakak dan Ayahku, namun orang-orang memberikan pengertian bahwa Ayah dan kakakku berada di rumah saat itu. Ibu pun mempercayainya, Ibuku tidak bisa berjalan karena kecelakaan itu dan itu membuat semua keluarga sedih.
Setelah dirawat beberapa minggu, Ibuku pun dibawa pulang ke rumah Ayah. Ibuku menanyakan Ayahku, Akhirnya pakde ku memberitahu kalau Ayah dan Mbak Zia sudah tidak ada, Ibuku langsung shock dan down. Semua orang menceritakan kematian Ayah yang mulia. Pak polisi yang mengeluarkan Ayah dari mobil mendengar Ayahku mengucapkan 2 kalimat syahadat. Dan Ayahku adalah seorang donatur tetap sekolah Zainuddin oleh karena itu acara pemakaman Ayahku, pada hari itu sekolah diliburkan dan pihak sekolah menyuruh murid-muridnya untuk menggiring jenazah Ayahku dan Kakakku sampai makam. Semua orang menangis karena kehilangan Ayahku. Ayah adalah orang yang sangat baik pada orang-orang yang kurang mampu dan Ketua hadrah ISHARI sekaligus Qori’ di ngeni dengan suara indahnya yang diwariskan kepadaku.
Kehidupan baru pun dimulai, Ibuku tidak bisa berjalan bahkan tidak bisa apa-apa. Semakin bertambah hari perlakuan orang ngeni pada kami pun berubah. Nenek,kakek dan semua adik-adik Ayah telah menunjukkan sikap yang tidak enak pada kami. Ayahku memiliki 4 saudara dan menjadi anak tertua sekaligus tulang punggung untuk keluarganya. Ketika mereka kehilangan ayahku, seakan-akan mereka menganggap bahwa ibuku penyebab kematian ayahku. Semua kebutuhan Nenek dan kakekku, ayah yang mencukupinya karena semua saudara ayah yang tidak sebaik ayahku (kata orang-orang sih). Ibu ku selalu dimarahin di bentak dan selalu dipojokkan. Sikap itu yang membuat ibuku terus berusaha untuk sembuh dan bisa berjalan lagi.
Akhirnya hampir 5 bulan bertahan dengan semuanya, ibuku sudah mulai bisa berjalan dan akhirnya memutuskan untuk pergi dari rumah Ayah yang sederet dg saudara dan juga orang tuanya. Ibu meminta izin pada Bu Nyai Masu’adah (bu nyai tempat ibuku menuntut ilmu dan juga yang menjodohkan Ibu dengan Ayahku). Bu nyai mengizinkannya dan memberi ibuku uang 10.000 sekaligus memanggil tukang becak untuk membawa ibuku pulang d rumah Ibuku di Wedoro Belahan. Akhirnya, kita tinggal dirumah saudaranya ibuku, Ibuku tidak ingin merepotkan Nyai (ibunya ibu). Kita menjalani kehidupan baru, ibuku jualan jajan kecil-kecilan. Bensin,gas,sabun dll. Tapi semua tak bertahan lama, krn saudaranya ibuku sedikit nakal, barang-barang jualan ibu selalu diambil sedikit demi sedikit, karena itu modal habis dan dagangan habis.
Ibuku pergi ke Bu Nyai Faizah(bu Nyai tempat Ibuku mondok dan menghafal Al-Qur’an) ibuku menangis dan bercerita apa yang terjadi, bu nyai memberikan ibuku uang 200.000 untuk beli semen yang saat itu masih murah, ibuku disuruh Bu Nyai Faizah membangun rumah di tanah milik Nyai belakang rumah Nyai. Dan juga uang 25.000 disuruh mulai usaha jualan lagi. Alhamdulillah.. uang dari Bu Nyai barokah, ibuku bisa membangun rumah karena uang jualan dan ngaji-ngaji hafidzul Qur’an. Rumahku jadi meskipun dengan waktu yang cukup lama.
Rumahku alasnya hanya tanah biasa. Ibu jualan di dalam rumah, Ibu diberitahu Bu Nyai “jajan yang disukai anakmu, jajan itu pasti laris” akhirnya ibuku bisa membenahi alas rumah tapi tanpa keramik, jujur saat itu aku ingin duduk dikeramik. Aku mengambil keramik kecil bekas punya tetangga. Aku taruh di tanah rumahku dan aku duduki. Tanpa aku sadari, ibu melihatku dan menangis. Keesokan harinya Ibuku beli keramik, setelah 2 mingguan baru keramik itu dipasangkan, jujur aku tak tau apa-apa. Aku diundang orang-orang, aku diberi uang,tas,buku,makanan, dan aku dipanggil Anak Yatim.
Aku pun mulai bersekolah ditahun 2001. Aku TK kecil mendapat rangking 2.dan TK besar mendapat rangking 1 di TK.Muslimat Wedoro. Ibuku menangis ketika aku mendapatkan piagam-piagam itu. Di MI Wedoro aku diangkat oleh Ibu lurah dan Pak Lurah desaku yaitu Pak Huda yang namanya sama seperti Ayahku. Aku di ngajikan di TPQ mereka yaitu TPQ Al-Khodijah.
Kecilku, setiap hari kamis aku selalu meminta Ibu mengantarkanku ke ngeni rumah Ayah. Dan aku pasti menangis jika ibu tidak mau. Sampai ibuku minta jamuan ke pak yai Qohar tetanggaku agar aku tidak meminta itu, karena jujur, ibuku sangat benci dengan orang-orang ngeni yang jahat pada kami.
Suatu hari, waktu aku di ngeni, aku minta bapak/kakekku ngantar aku pulang ke rumah wedoro. Perjalanan pulang lewat makam ayah. Aku bertanya pada bapak “pak, ini kan sepedaku sih, kenapa bapak pakai, ini kan punyae Ayahku”. Bapak marah dan berkata “ini sepedanya bapak, kalau kamu bilang ini sepedamu nggak bapak antarkan lagi kamu pulang” (bicara aslinya pakai bahasa jawa). Waktu sampai dirumah aku menangis, dan ibu tanya kenapa aku seperti itu pulang dari ngeni. Aku cerita pada Ibu apa yang terjadi. Dan ibu hanya menenangkan ku dengan memberiku jajan.
1 bulan setelah kejadian itu. ketika sekolah aku dijemput ibuku dan amiku(adiknya ayah). Aku dibawa ke rumah ngeni, aku kaget disana banyak orang. Aku masuk rumah nenek. Aku melihat bapakku terbaring di atas karpet berukuran kecil dilantai dengan kondisi mata melotot, jujur aku tidak tau apa-apa. Ternyata, bapak kecelakaan dengan sepeda ayahku dijalan raya dan dirawat di RS.Karamenjangan hampir 1 bulan. Akhirnya bapak dibawa pulang dan dalam sakarotul maut yang sangat sulit. Sesepuh desa itu menyuruhku mengusap tubuh bapakku.beliau beranggapan bahwa susahnya sakarotul maut bapak karena memakan barang anak yatim. Aku tidak mau, aku takut sama bapak. Akhirnya kakiku dicuci dan air cucian kakiku diusapkan ke seluruh tubuh bapak dan akhirnya bapak meninggal dengan mata yang tak bisa menutup. Astaghfirullah..
Dikelas 4 MI, aku khatam dan diwisuda di TPQ Qiro’ati Al-Khodijah sebagai santri terkecil. Karena saat itu teman-temanku sudah tingkatan SMP rata-rata. Ketika dipanggil namaku sebagai Santriwati terbaik 2 “Fatimatus Zahroh binti Miftachul Huda(alm)” Ibuku menangis, akupun diatas panggung menangis melihat Ibuku menangis. Dan ibu menemaniku diatas panggung menerima piala dan hadiah. Disekolah, aku lolos audisi grup samroh, dan aku dijadikan vocal untuk mengikuti lomba. Dikelas 4 ini grup samrohku juara 1 di tingkat kecamatan lalu tinkat kabupaten Sidoarjo, dan harus mewakili kabupaten Sidoarjo untuk lomba samroh ditingkat jatim di malang. Namun sayang, grupku gagal.
Suatu hari,disaat hari libur dikelas 4 ini, tiba-tiba ada orang ngeni datang ke rumah membawa truck. Aku kaget, semua barang dirumahku diambil, kasur, spring bad tinggalan ayah,lemari, kipas, bahkan sendok,piring, bantal semuanya diambil, dan yang membuat aku menangis, TV film dora yang saat itu aku tonton diambil. Semua tetanggaku datang kerumah dan menangis melihat apa yang dilakukan keluarga ayah, bahkan orang yang berada di warkop datang dan bilang ke Ibu untuk membloking jalan orang ngeni yang membawa barangku itu, tapi Ibu melarangnya. Tetanggaku yang kasihan melihat kami datang kerumah membawa karpet, bantal, kompor dan mereka menasehati Ibuku untuk bersabar. Bajuku dimasukkan kedalam kardus kulkas sampai aku masuk kedalamnya saat mengambil baju. Ibu lurah sekaligus ibu angkatku  langsung mengirim lemari kecil untukku saat mengetahui kejadian itu.
Mereka menginginkan warisan ayah. Semua keluarga berkumpul termasuk  aku dan Ibuku. Tujuan mereka mengambil barang-barang ku untuk menghitung harta gono gini ayah. Padahal barang itu dibeli bukan murni uang ayah,tapi juga uang ibuku sendiri. Setelah dihitung, telah ditentukan bagian-bagiannya. Semua saudara ayah meminta bagian. Bahkan cucunya saudaranya nenekku meminta bagian juga. 1 hari sebelum Ibu datang ke acara pembagian warisan ini, Ibu menceritakan apa yang terjadi pada 2 bu nyai nya Ibu. Bu nyai Masu’ada berkata “jangan kamu kasihkan sedikitpun harta yang seharusnya milik anak yatimmu pada mereka.” Dan bu nyai Faizah berkata “kasihkan! Apa yang mereka mau. Aku tidak akan mengakuimu muridku jika kamu membawa barang orang yang tidak ikhlas barang itu kamu bawa. Ibu yakin Allah akan mengganti semuanya. Biar Allah yang menghukum mereka semua suatu saat nanti” . akhirnya Ibuku pun menurut pada Bu Nyai Faizah. Harta warisan yang di berikan untuk Ibu, dibuat untuk menebus barang-barang yang Ibu beli sendiri dengan Ayahku. Uang warisan itu tidak cukup untuk menebus semuanya. Spring bad. Radio. Dan beberapa barang seperti wakul, sendok dll. Tidak bisa ditebus. Ya Allah..
Dikelas 6 aku berhasil membawa grup samrohku lomba di tingkat jatim mewakili sidoarjo dan berhasil meraih juara 1 dan ketika pengumuman kelulusan aku berhasil masuk di 10 besar nilai terbaik. Kembali aku melihat ibuku menangis haru bangga.
 Aku diterima di SMPN 2 waru melalui jalur prestasi dari lomba samrohku. Akupun pindah ngaji di pondok Manba’ul Ma’arif ketika kelas 2 SMP. Dulu terbentuk grup banjari putri yang semua personilnya perempuan, aku salah satu yang terpilih menjadi penabuh Inti lanangan, aku sangat Happy bisa dimana saja latian dengan sahabatku sebagai pasanganku wedokan termasuk juga ketika aku sedang menjaga toko ibuku. Ketika kelas 2 akhir diadakan lomba banjari di SMAN1 Waru sekolah SMA tetangga sekolahku, aku diikutkan lomba sebagai vocal utama dilatih oleh cak rozi dan cak ipam NTB. Ketika selesai perform aku melihat ada anak MM yang aku kira sudah bersuami ternyata masih SMP kelas 3, dia adalan mbak Anis. Selesai lomba ketika malamnya mengaji dipondok , aku dipanggil pak yai ku. Aku disuruh menjadi vocal banjari MM yg putra dan putri. Sungguh sedihnya bukan main, aku pernah merasa tersisih karena grup MM yang saat itu sudah beranggotakan 10 orang dan pernah fesban jatim 1x. Setelah berjalannya waktu, aku mengikuti grup banjari Manba’ul Ma’arif dan dipasrahi sebagai suara 2. Dulu aku sering di ceko’i lagu-lagu baru oleh cak farid selaku pelatih banjari pondokku, selalu ada PR dan aku terus belajar dan Alhamdulillah.. Kita berhasil meraih juara di setiap festival banjari, termasuk yang diselenggarakan Jawa pos ditahun 2012 juara 1 dan mendapat hadiah 8 juta. Lomba di PP.Darul Huda Mayak ponorogo se-jatim dan jateng juara 1. Aku bahagia dengan bakat yang diwariskan Ayahku.
Aku melanjutkan sekolah di MA.Darul Ulum, meskipun semua guru SMP ku menyarankanku masuk SMA Negri karena Danem ku yang bagus. tapi, aku tidak mau karena aku ingin mendalami ilmu agamaku. Aku ingin mondok tapi,aku kasihan pada Ibuku jika harus tinggal sendirian. Di MA.Darul Ulum aku sering membawa piala untuk sekolah di festival banjari.untuk prestasi akademik aku pernah mengikuti 2 olimpiade saja, Biologi dan Fisika. Meskipun belum mendapat juara, tapi aku senang mendapat pengalaman itu.
Ditahun 2012, Ibuku bisa berangkat memenuhi panggilan Allah di tanah suci. Dulu,Ibu dan Ayah pernah berniat untuk berangkat ke Tanah Suci, namun, Ayahku memilih untuk membeli tanah dan mobil yang dipakai saat kecelakaan. Kemudian ketika Ayah meninggal, Ayah di badalkan haji. Sejak Ibuku bangun dari komanyasetelah kecelakaan itu, Ibuku bernadzar, jika Allah memberinya kesembuhan Ibuku berniat untuk Haji. 12 tahun Ibu menabung dari uang jualan jajan-jajanan kecil. Hingga bisa membawanya untuk Haji. Semua orang mengira bahwa ibuku mendapat uang warisan dll. Padahal, hidupku sama sekali tidak tersentuh oleh biaya-biaya dari keluarga Ayah. Bahkan tanah tinggalan dari Ayah ku sudah dijual nenek ku tanpa memberitahu Ibuku. Semua keluarga Ayah melihat Ibuku berangkat seperti orang yang benar-benar iri. teman-teman ibu Hafidzul-Qur’an 3 bemo ke rumah dan juga ada beberapa bu nyai yang punya pondok Al-Qur’an. Ibuku sangat bahagia meskipun berangkat dengan uang yang pas-pasan. Dan pulang dengan selamat J . Setelah ibu naik Haji, Ibu kembali jualan lagi. Ibu memang bukan orang kaya.tapi niat yang begitu kuat yang bisa membawa Ibuku ke Tanah Suci, siapa sih yang menyangka kalau seorang PKL bisa naik Haji. Wallahu A’lam.
2015 .. setelah selesai UNAS aku memiliki libur panjang dan sangat panjang.. suatu hari ketika kbuku mengaji hafidzul Quran dengan para hafidzoh di daerah sidoarjo, pak Qohar sespuh desa yang masih ada hubungan saudara dengan ibu datang ke rumah mencari ibuku, pak Qohar berpesan ada yang ingin kenal ibuku besok nya ibuku disuruh untuk ke rumah pak qohar, ketika disana, ada seorang laki-laki yang ingin meminang ibuku, malam harinya sekeluarga berdiskusi akan hal itu, aku merestui ibuku dan sangat mendukung karena aku tak tau , aku akn masuk perguruan tinggi atau tidak, jika tidak keterima di PTN aku bingung orang tuaku akan mendapat uang dari mana untuk membiayai kuliah, akhirnya dengan jarak 1 minggu setelah perkenalan itu, diadakan nya Akad Nikah pas dengan adanya Fesban IQMA 2015. Akad nikah sangat sederhana, hanya dihadiri saudara dari ibu dan juga 4 anak papa dan keluarganya.dengan saksi teman kantor papa. Setelah itu aku dan ibu di boyong ke rumah papa, dan sejak itu aku baru tahu daerah rumah papa,
Wisuda  di SMA, Alhamdulillah aku mendapat penghargaan siswa berperestasi karena banyak membawa piala banjari khususnya, entah kenapa hanya aku anak banjari yang mendapatkan nya. Mungkin karena perjuangan buat mengumpulkan anak untuk latihan memilih dan mengajari backing di sekolah sampai sekarang temanku yang berhasil bisa pecahan suara sudah fesban kemana-mana padahal dulu aku kalau mengajar mereka dengan penuh ketegasan dan terkesan jahat kalau menurutku, haha :p . latihan 2x lagu baru, festival banjari, di kirimkan 1 sekolah doa Fatihah, esoknya membawa piala dan di umumkan kepala sekolah di depan siswa. Sangat indah..
Pengumuman masuk Perguruan Tinggi ada yang membuat temanku bahagia dan sedih, tapi aku malah bingung untuk memilih 2 PTN yang sama-sama aku inginkan. Aku keterima di UINSA lewat jalur PTKIN jurusan PGMI, dan masuk UNAIR jalur SNMPTN jurusan budidaya perairan Fakultas Perikanan dan kelautan dengan bonus Bidikmisi. Sungguh keputusan yang sulit. Satu sisi aku ingat ayahku memberiku nama Fatimatuz Zuhroh karena ayah mempunyai teman yang bernama sama denganku dan beliau seorang guru, ayah menginginkanku menjadi seorang guru, itu kata ibu. Tapi setelah konsultasi dengan beberapa guru kesayanganku di SMA aku mantap mengambil keputusan untuk berkuliah di UNAIR. Dan DEAL aku kuliah disana. Tapi entah kenapa aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan ketika lulus kuliah.

Perjalanan kuliah begitu berat PP dari rumah ke kampus 1 jam, sungguh melelahkan dan menyedihkan karena tak ada orang tua yang ada dirumah, papa juga tak pernah memberiku uang sejak menikah dengan ibuku 3 bulan yang lalu, aku merasa hidup sebatang kara. Aku hanya bergantung dengan uang bidikmisi.
Hampir Satu semester aku PP, akhirnya ada panggilan kalau aku diterima beastudi ETOS dari Dompet Duafa dengan fasilitas wajib asrama lebih tepatnya akan UAS semester 1, Alhamdulillah, aku punya teman untuk bercerita, punya teman tidur dan bercanda. Semua begitu indah dan setelah 6 bulan menikah, ibuku pernah mengeluh kepadaku kalau papa mau menjual mobilnya untuk biaya kuliah masku dan mbakku 20juta, Ibuku meminjam uang ku 20 jt, dari kecil alhamdulillah uang ku selalu disimpan rapi oleh ibu di bank, aku sebenarnya sebal karena papa ga pernah kasih aku uang tiba-tiba meminjam uangku dlm jumlah yang besar. Tapi aku berusaha untuk mengerti orang tuaku, aku berikan uang ku 20jt ke atm papa. Setelah itu tiap bulan ibuku berani protes dan akhirnya papa selalu mentransfer uang tiap bulan ke rekeningku. Meskipun kedua kakak tiriku tiap bulan mendapat jatah 2,5 juta. Aku tetap menerima nya meskipun hanya 500 rb.
Ketika libur semester 1 aku tinggal dirumah papa. Karena ibuku disini. Aku diajak papa ngobrol, papa bilang ingin dekat dengan ku, aku mulai disayang papa sejak saat itu. Aku sangat senang punya papa, lebih tepatnya baru merasakan punya papa. Hehe. Setelah itu tiap ada masalah aku selalu curhat ke papa.
Semester 2 berjalan dengan lancar Alhamdulillah.. di akhir semester 2 papa mengatakan kalau tahun 2016 bulan september ini papa pensiun, oleh karena itu papa akan membayar hutang nya kepadaku, papa memberiku option yang pertama berupa uang atau umroh, ketika mendengar itu entah ada angin dari mana aku sangat bahagia dan terharu bahagia. Aku segera mengiyakan kalau aku mau umroh. J

Alhamdulillah aku bersyukur atas apapun pemberian ALLAH SWT. saat ini..
aku berangkat umroh dengan kedua orang tua ku di tahun 2017. penyucian hati, penyucian jiwa, rasa rindu terhadap sang Pencipta yang tak tertahankan dan kerinduan yang mendalam terhadap baginda Nabi Muhammad SAW. jika aku biasanya bersholawat diatas panggung. kali ini aku bersholawat ditempat suci. semua adalah barokah dari doa ibu, barokah Al-Quran dan Barokah Sholawat :) 
cerita diatas kubuat saat aku mau masuk perguruan tinggi, dan sekarang aku sudah menginjak semester 6 di UNAIR. 

terimakasih karena telah mau membaca ceritaku :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adab Dalam Mencari Ilmu