Orang susah tak akan selamanya susah, Percayalah ! :)
My Life Story
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh..
kali ini saya akan sedikit berbagi cerita mengenai kehidupan saya, yang bagus monggoh diambil hikmahnya,, yang buruk saya mohon maaf sebesar-besarnya..
Perkenalkan, Nama
saya Fatimatuz Zuhroh ,saya lahir pada tanggal 06 November 1996. saya berasal
dari keluarga yang mampu pada awalnya, namun karena berjalannya waktu kehidupan
saya berubah menjadi seperti ini. Semuanya berawal dari hari dimana saya
kehilangan orang yang sangat saya sayangi yaitu Ayah.
Ayahku
adalah seorang bos sandal di daerah Sidoarjo namanya Miftachul Huda.
Dan ibuku adalah seorang Hafidzul Qur’an yang hanya lulusan MI namanya Maisaroh.
aku mempunyai seorang kakak perempuan yang bernama Nur Fauziyah.
Saat
saya berusia 3 tahun, tepatnya menjelang bulan Ramadhan pada tanggal 16
November 1999. Dan kebiasaan seorang bos sandal setiap tahunnya ialah
memberikan THR pada karyawannya baju kokoh, pesangon dan juga sarung baru untuk
dipakai hari Raya Idul Fitri. Siang itu Ayah dan Ibuku bersiap untuk membeli
semua THR itu di pasar turi. Waktu itu saya masih kecil dan ibu sebelum
berangkat menitipkan aku pada nenekku, dan kakak ku yang masih duduk dibangku
TK diberi uang 3000 agar tidak ikut ke pasar turi, dan ibu pun menunggu di
depan gang. Tapi saat mobil Ayah menjemput Ibu di depan gang. Ibu kaget melihat
kakakku mbak zia di dalam mobil sama Ayah ku.
Ibu complain ke Ayah “Kenapa Zia
ikut? Nanti kalau Fatim bangun gimana?”
Ayah menjawab “Apa sih? Zia itu ikut
aku tidak ikut Samean..ada Ibu(nenek) kok di rumah, kalau Fatim nangis Ibu
pasti langsung gendong” Ibuku pun terdiam. Tak ada firasat apapun dihatinya.
Ketika
perjalanan pulang dari pasar turi dengan membawa beberapa karung berisi THR
karyawannya saat itu dalam keadaan hujan deras,Ibuku dari dalam mobil
membersihkan kaca dengan lap karena kaca itu sudah buram karena embun. Mobil
sedan merah milik Ayahku terhenti di lampu merah dekat Masjid Al-Akbar Surabaya
atau yang biasa disebut Masjid Agung. Di depan mobil Ayah ada mobil Tengki
pertamax, Tiba-tiba ada truck yang melaju kencang dari belakang dalam kondisi
rem yang blong langsung menghantam mobil Ayahku “Bruak” mobil ayahku remuk d
tengah karena terhimpit 2 mobil yang besar, Mbak Zia kepalanya terbentur depan
mobil langsung menghembuskan nafas terakhirnya, dada Ayahku terbentur di
setiran mobil dan Ibuku yang dalam
posisi membersihkan kaca langsung terpental dari dalam mobil keluar menembus
kaca, kakinya tersangkut di radio dalam mobil, kepala dan badannya keluar,
Ibuku bergelantung lemah dengan pecahan kaca menempel pada kulitnya. Semua
orang mengambil barang-barang dalam mobilku dan tidak menyelamatkan kedua
orangtuaku dan kakakku, bahkan dompetpun dibawa sama orang-orang yang tidak
punya hati itu. Identitas orang tuaku diketahui dari kaos yang dikenakan Mbak
Zia bertuliskan “TK.ZAINUDDIN Waru Sidoarjo” berita kecelakaan itupun di
siarkan di Radio. Ibu dengan luka seperti itu mendengar suara gerimis air dan Adzan Maghrib
dari Masjid Agung kemudian tak sadarkan diri diatas tanah yang tergenang
air.
Semua
keluarga dari Ayah dan Ibu berkumpul di rumah sakit. Ibuku koma selama 18 hari,
bahkan orang daerah ngeni rumah Ayah sudah mengumumkan di masjid bahwa Ibu,mbak
Zia dan Ayahku meninggal dunia . Ibu pernah menceritakan pernah bermimpi berada
di lapangan,di ikat dan dikelilingi api. Ibuku berteriak dan menyebut kalimat
“Allahu Akbar” Seketika itu Ibuku pun sadar dari komanya. Keluarga Ibuku sangat
bahagia melihat Ibuku bangun dan saat itu aku tak percaya dengan kata orang
kalau Beliau adalah Ibuku, giginya habis, mukanya buruk karena pecahan beling
itu, bahkan rambutnya habis dipotong dokter. Ibuku menanyakan keberadaan kakak
dan Ayahku, namun orang-orang memberikan pengertian bahwa Ayah dan kakakku
berada di rumah saat itu. Ibu pun mempercayainya, Ibuku tidak bisa berjalan
karena kecelakaan itu dan itu membuat semua keluarga sedih.
Setelah
dirawat beberapa minggu, Ibuku pun dibawa pulang ke rumah Ayah. Ibuku
menanyakan Ayahku, Akhirnya pakde ku memberitahu kalau Ayah dan Mbak Zia sudah
tidak ada, Ibuku langsung shock dan down. Semua orang menceritakan kematian
Ayah yang mulia. Pak polisi yang mengeluarkan Ayah dari mobil mendengar Ayahku
mengucapkan 2 kalimat syahadat. Dan Ayahku adalah seorang donatur tetap sekolah
Zainuddin oleh karena itu acara pemakaman Ayahku, pada hari itu sekolah diliburkan
dan pihak sekolah menyuruh murid-muridnya untuk menggiring jenazah Ayahku dan
Kakakku sampai makam. Semua orang menangis karena kehilangan Ayahku. Ayah
adalah orang yang sangat baik pada orang-orang yang kurang mampu dan Ketua
hadrah ISHARI sekaligus Qori’ di ngeni dengan suara indahnya yang diwariskan
kepadaku.
Kehidupan
baru pun dimulai, Ibuku tidak bisa berjalan bahkan tidak bisa apa-apa. Semakin
bertambah hari perlakuan orang ngeni pada kami pun berubah. Nenek,kakek dan
semua adik-adik Ayah telah menunjukkan sikap yang tidak enak pada kami. Ayahku
memiliki 4 saudara dan menjadi anak tertua sekaligus tulang punggung untuk
keluarganya. Ketika mereka kehilangan ayahku, seakan-akan mereka menganggap
bahwa ibuku penyebab kematian ayahku. Semua kebutuhan Nenek dan kakekku, ayah
yang mencukupinya karena semua saudara ayah yang tidak sebaik ayahku (kata
orang-orang sih). Ibu ku selalu dimarahin di bentak dan selalu dipojokkan.
Sikap itu yang membuat ibuku terus berusaha untuk sembuh dan bisa berjalan lagi.
Akhirnya
hampir 5 bulan bertahan dengan semuanya, ibuku sudah mulai bisa berjalan dan
akhirnya memutuskan untuk pergi dari rumah Ayah yang sederet dg saudara dan
juga orang tuanya. Ibu meminta izin pada Bu Nyai Masu’adah (bu nyai tempat
ibuku menuntut ilmu dan juga yang menjodohkan Ibu dengan Ayahku). Bu nyai
mengizinkannya dan memberi ibuku uang 10.000 sekaligus memanggil tukang becak
untuk membawa ibuku pulang d rumah Ibuku di Wedoro Belahan. Akhirnya, kita
tinggal dirumah saudaranya ibuku, Ibuku tidak ingin merepotkan Nyai (ibunya
ibu). Kita menjalani kehidupan baru, ibuku jualan jajan kecil-kecilan.
Bensin,gas,sabun dll. Tapi semua tak bertahan lama, krn saudaranya ibuku
sedikit nakal, barang-barang jualan ibu selalu diambil sedikit demi sedikit,
karena itu modal habis dan dagangan habis.
Ibuku
pergi ke Bu Nyai Faizah(bu Nyai tempat Ibuku mondok dan menghafal Al-Qur’an)
ibuku menangis dan bercerita apa yang terjadi, bu nyai memberikan ibuku uang
200.000 untuk beli semen yang saat itu masih murah, ibuku disuruh Bu Nyai
Faizah membangun rumah di tanah milik Nyai belakang rumah Nyai. Dan juga uang
25.000 disuruh mulai usaha jualan lagi. Alhamdulillah.. uang dari Bu Nyai
barokah, ibuku bisa membangun rumah karena uang jualan dan ngaji-ngaji hafidzul
Qur’an. Rumahku jadi meskipun dengan waktu yang cukup lama.
Rumahku
alasnya hanya tanah biasa. Ibu jualan di dalam rumah, Ibu diberitahu Bu Nyai
“jajan yang disukai anakmu, jajan itu pasti laris” akhirnya ibuku bisa
membenahi alas rumah tapi tanpa keramik, jujur saat itu aku ingin duduk
dikeramik. Aku mengambil keramik kecil bekas punya tetangga. Aku taruh di tanah
rumahku dan aku duduki. Tanpa aku sadari, ibu melihatku dan menangis. Keesokan
harinya Ibuku beli keramik, setelah 2 mingguan baru keramik itu dipasangkan,
jujur aku tak tau apa-apa. Aku diundang orang-orang, aku diberi
uang,tas,buku,makanan, dan aku dipanggil Anak Yatim.
Aku
pun mulai bersekolah ditahun 2001. Aku TK kecil mendapat rangking 2.dan TK
besar mendapat rangking 1 di TK.Muslimat Wedoro. Ibuku menangis ketika aku
mendapatkan piagam-piagam itu. Di MI Wedoro aku diangkat oleh Ibu lurah dan Pak
Lurah desaku yaitu Pak Huda yang namanya sama seperti Ayahku. Aku di ngajikan
di TPQ mereka yaitu TPQ Al-Khodijah.
Kecilku,
setiap hari kamis aku selalu meminta Ibu mengantarkanku ke ngeni rumah Ayah.
Dan aku pasti menangis jika ibu tidak mau. Sampai ibuku minta jamuan ke pak yai
Qohar tetanggaku agar aku tidak meminta itu, karena jujur, ibuku sangat benci
dengan orang-orang ngeni yang jahat pada kami.
Suatu
hari, waktu aku di ngeni, aku minta bapak/kakekku ngantar aku pulang ke rumah
wedoro. Perjalanan pulang lewat makam ayah. Aku bertanya pada bapak “pak, ini
kan sepedaku sih, kenapa bapak pakai, ini kan punyae Ayahku”. Bapak marah dan
berkata “ini sepedanya bapak, kalau kamu bilang ini sepedamu nggak bapak
antarkan lagi kamu pulang” (bicara aslinya pakai bahasa jawa). Waktu sampai
dirumah aku menangis, dan ibu tanya kenapa aku seperti itu pulang dari ngeni.
Aku cerita pada Ibu apa yang terjadi. Dan ibu hanya menenangkan ku dengan
memberiku jajan.
1
bulan setelah kejadian itu. ketika sekolah aku dijemput ibuku dan amiku(adiknya
ayah). Aku dibawa ke rumah ngeni, aku kaget disana banyak orang. Aku masuk
rumah nenek. Aku melihat bapakku terbaring di atas karpet berukuran kecil
dilantai dengan kondisi mata melotot, jujur aku tidak tau apa-apa. Ternyata, bapak
kecelakaan dengan sepeda ayahku dijalan raya dan dirawat di RS.Karamenjangan
hampir 1 bulan. Akhirnya bapak dibawa pulang dan dalam sakarotul maut yang
sangat sulit. Sesepuh desa itu menyuruhku mengusap tubuh bapakku.beliau
beranggapan bahwa susahnya sakarotul maut bapak karena memakan barang anak
yatim. Aku tidak mau, aku takut sama bapak. Akhirnya kakiku dicuci dan air
cucian kakiku diusapkan ke seluruh tubuh bapak dan akhirnya bapak meninggal
dengan mata yang tak bisa menutup. Astaghfirullah..
Dikelas
4 MI, aku khatam dan diwisuda di TPQ Qiro’ati Al-Khodijah sebagai santri
terkecil. Karena saat itu teman-temanku sudah tingkatan SMP rata-rata. Ketika
dipanggil namaku sebagai Santriwati terbaik 2 “Fatimatus Zahroh binti Miftachul
Huda(alm)” Ibuku menangis, akupun diatas panggung menangis melihat Ibuku
menangis. Dan ibu menemaniku diatas panggung menerima piala dan hadiah.
Disekolah, aku lolos audisi grup samroh, dan aku dijadikan vocal untuk
mengikuti lomba. Dikelas 4 ini grup samrohku juara 1 di tingkat kecamatan lalu
tinkat kabupaten Sidoarjo, dan harus mewakili kabupaten Sidoarjo untuk lomba
samroh ditingkat jatim di malang. Namun sayang, grupku gagal.
Suatu
hari,disaat hari libur dikelas 4 ini, tiba-tiba ada orang ngeni datang ke rumah
membawa truck. Aku kaget, semua barang dirumahku diambil, kasur, spring bad
tinggalan ayah,lemari, kipas, bahkan sendok,piring, bantal semuanya diambil,
dan yang membuat aku menangis, TV film dora yang saat itu aku tonton diambil.
Semua tetanggaku datang kerumah dan menangis melihat apa yang dilakukan
keluarga ayah, bahkan orang yang berada di warkop datang dan bilang ke Ibu
untuk membloking jalan orang ngeni yang membawa barangku itu, tapi Ibu
melarangnya. Tetanggaku yang kasihan melihat kami datang kerumah membawa karpet,
bantal, kompor dan mereka menasehati Ibuku untuk bersabar. Bajuku dimasukkan
kedalam kardus kulkas sampai aku masuk kedalamnya saat mengambil baju. Ibu
lurah sekaligus ibu angkatku langsung
mengirim lemari kecil untukku saat mengetahui kejadian itu.
Mereka
menginginkan warisan ayah. Semua keluarga berkumpul termasuk aku dan Ibuku. Tujuan mereka mengambil
barang-barang ku untuk menghitung harta gono gini ayah. Padahal barang itu
dibeli bukan murni uang ayah,tapi juga uang ibuku sendiri. Setelah dihitung,
telah ditentukan bagian-bagiannya. Semua saudara ayah meminta bagian. Bahkan
cucunya saudaranya nenekku meminta bagian juga. 1 hari sebelum Ibu datang ke
acara pembagian warisan ini, Ibu menceritakan apa yang terjadi pada 2 bu nyai
nya Ibu. Bu nyai Masu’ada berkata “jangan kamu kasihkan sedikitpun harta yang
seharusnya milik anak yatimmu pada mereka.” Dan bu nyai Faizah berkata
“kasihkan! Apa yang mereka mau. Aku tidak akan mengakuimu muridku jika kamu
membawa barang orang yang tidak ikhlas barang itu kamu bawa. Ibu yakin Allah
akan mengganti semuanya. Biar Allah yang menghukum mereka semua suatu saat
nanti” . akhirnya Ibuku pun menurut pada Bu Nyai Faizah. Harta warisan yang di
berikan untuk Ibu, dibuat untuk menebus barang-barang yang Ibu beli sendiri dengan
Ayahku. Uang warisan itu tidak cukup untuk menebus semuanya. Spring bad. Radio.
Dan beberapa barang seperti wakul, sendok dll. Tidak bisa ditebus. Ya Allah..
Dikelas
6 aku berhasil membawa grup samrohku lomba di tingkat jatim mewakili sidoarjo
dan berhasil meraih juara 1 dan ketika pengumuman kelulusan aku berhasil masuk
di 10 besar nilai terbaik. Kembali aku melihat ibuku menangis haru bangga.
Aku diterima di SMPN 2 waru melalui jalur
prestasi dari lomba samrohku. Akupun pindah ngaji di pondok Manba’ul Ma’arif
ketika kelas 2 SMP. Dulu terbentuk grup banjari putri yang semua personilnya
perempuan, aku salah satu yang terpilih menjadi penabuh Inti lanangan, aku
sangat Happy bisa dimana saja latian dengan sahabatku sebagai pasanganku
wedokan termasuk juga ketika aku sedang menjaga toko ibuku. Ketika kelas 2
akhir diadakan lomba banjari di SMAN1 Waru sekolah SMA tetangga sekolahku, aku
diikutkan lomba sebagai vocal utama dilatih oleh cak rozi dan cak ipam NTB.
Ketika selesai perform aku melihat ada anak MM yang aku kira sudah bersuami
ternyata masih SMP kelas 3, dia adalan mbak Anis. Selesai lomba ketika malamnya
mengaji dipondok , aku dipanggil pak yai ku. Aku disuruh menjadi vocal banjari
MM yg putra dan putri. Sungguh sedihnya bukan main, aku pernah merasa tersisih
karena grup MM yang saat itu sudah beranggotakan 10 orang dan pernah fesban
jatim 1x. Setelah berjalannya waktu, aku mengikuti grup banjari Manba’ul
Ma’arif dan dipasrahi sebagai suara 2. Dulu aku sering di ceko’i lagu-lagu baru
oleh cak farid selaku pelatih banjari pondokku, selalu ada PR dan aku terus
belajar dan Alhamdulillah.. Kita berhasil meraih juara di setiap festival
banjari, termasuk yang diselenggarakan Jawa pos ditahun 2012 juara 1 dan
mendapat hadiah 8 juta. Lomba di PP.Darul Huda Mayak ponorogo se-jatim dan
jateng juara 1. Aku bahagia dengan bakat yang diwariskan Ayahku.
Aku
melanjutkan sekolah di MA.Darul Ulum, meskipun semua guru SMP ku menyarankanku
masuk SMA Negri karena Danem ku yang bagus. tapi, aku tidak mau karena aku ingin
mendalami ilmu agamaku. Aku ingin mondok tapi,aku kasihan pada Ibuku jika harus
tinggal sendirian. Di MA.Darul Ulum aku sering membawa piala untuk sekolah di
festival banjari.untuk prestasi akademik aku pernah mengikuti 2 olimpiade saja,
Biologi dan Fisika. Meskipun belum mendapat juara, tapi aku senang mendapat
pengalaman itu.
Ditahun
2012, Ibuku bisa berangkat memenuhi panggilan Allah di tanah suci. Dulu,Ibu dan
Ayah pernah berniat untuk berangkat ke Tanah Suci, namun, Ayahku memilih untuk
membeli tanah dan mobil yang dipakai saat kecelakaan. Kemudian ketika Ayah
meninggal, Ayah di badalkan haji. Sejak Ibuku bangun dari komanyasetelah
kecelakaan itu, Ibuku bernadzar, jika Allah memberinya kesembuhan Ibuku berniat
untuk Haji. 12 tahun Ibu menabung dari uang jualan jajan-jajanan kecil. Hingga
bisa membawanya untuk Haji. Semua orang mengira bahwa ibuku mendapat uang
warisan dll. Padahal, hidupku sama sekali tidak tersentuh oleh biaya-biaya dari
keluarga Ayah. Bahkan tanah tinggalan dari Ayah ku sudah dijual nenek ku tanpa
memberitahu Ibuku. Semua keluarga Ayah melihat Ibuku berangkat seperti orang
yang benar-benar iri. teman-teman ibu Hafidzul-Qur’an 3 bemo ke rumah dan juga
ada beberapa bu nyai yang punya pondok Al-Qur’an. Ibuku sangat bahagia meskipun
berangkat dengan uang yang pas-pasan. Dan pulang dengan selamat J . Setelah ibu naik Haji, Ibu kembali jualan lagi. Ibu
memang bukan orang kaya.tapi niat yang begitu kuat yang bisa membawa Ibuku ke
Tanah Suci, siapa sih yang menyangka kalau seorang PKL bisa naik Haji. Wallahu
A’lam.
2015
.. setelah selesai UNAS aku memiliki libur panjang dan sangat panjang.. suatu
hari ketika kbuku mengaji hafidzul Quran dengan para hafidzoh di daerah
sidoarjo, pak Qohar sespuh desa yang masih ada hubungan saudara dengan ibu datang
ke rumah mencari ibuku, pak Qohar berpesan ada yang ingin kenal ibuku besok nya
ibuku disuruh untuk ke rumah pak qohar, ketika disana, ada seorang laki-laki
yang ingin meminang ibuku, malam harinya sekeluarga berdiskusi akan hal itu,
aku merestui ibuku dan sangat mendukung karena aku tak tau , aku akn masuk
perguruan tinggi atau tidak, jika tidak keterima di PTN aku bingung orang tuaku
akan mendapat uang dari mana untuk membiayai kuliah, akhirnya dengan jarak 1
minggu setelah perkenalan itu, diadakan nya Akad Nikah pas dengan adanya Fesban
IQMA 2015. Akad nikah sangat sederhana, hanya dihadiri saudara dari ibu dan
juga 4 anak papa dan keluarganya.dengan saksi teman kantor papa. Setelah itu
aku dan ibu di boyong ke rumah papa, dan sejak itu aku baru tahu daerah rumah
papa,
Wisuda di SMA, Alhamdulillah
aku mendapat penghargaan siswa berperestasi karena banyak membawa piala banjari
khususnya, entah kenapa hanya aku anak banjari yang mendapatkan nya. Mungkin
karena perjuangan buat mengumpulkan anak untuk latihan memilih dan mengajari
backing di sekolah sampai sekarang temanku yang berhasil bisa pecahan suara
sudah fesban kemana-mana padahal dulu aku kalau mengajar mereka dengan penuh
ketegasan dan terkesan jahat kalau menurutku, haha :p . latihan 2x lagu baru,
festival banjari, di kirimkan 1 sekolah doa Fatihah, esoknya membawa piala dan
di umumkan kepala sekolah di depan siswa. Sangat indah..
Pengumuman
masuk Perguruan Tinggi ada yang membuat temanku bahagia dan sedih, tapi aku
malah bingung untuk memilih 2 PTN yang sama-sama aku inginkan. Aku keterima di
UINSA lewat jalur PTKIN jurusan PGMI, dan masuk UNAIR jalur SNMPTN jurusan
budidaya perairan Fakultas Perikanan dan kelautan dengan bonus Bidikmisi.
Sungguh keputusan yang sulit. Satu sisi aku ingat ayahku memberiku nama
Fatimatuz Zuhroh karena ayah mempunyai teman yang bernama sama denganku dan
beliau seorang guru, ayah menginginkanku menjadi seorang guru, itu kata ibu.
Tapi setelah konsultasi dengan beberapa guru kesayanganku di SMA aku mantap
mengambil keputusan untuk berkuliah di UNAIR. Dan DEAL aku kuliah disana. Tapi
entah kenapa aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan ketika lulus kuliah.
Perjalanan
kuliah begitu berat PP dari rumah ke kampus 1 jam, sungguh melelahkan dan menyedihkan
karena tak ada orang tua yang ada dirumah, papa juga tak pernah memberiku uang
sejak menikah dengan ibuku 3 bulan yang lalu, aku merasa hidup sebatang kara.
Aku hanya bergantung dengan uang bidikmisi.
Hampir
Satu semester aku PP, akhirnya ada panggilan kalau aku diterima beastudi ETOS
dari Dompet Duafa dengan fasilitas wajib asrama lebih tepatnya akan UAS
semester 1, Alhamdulillah, aku punya teman untuk bercerita, punya teman tidur
dan bercanda. Semua begitu indah dan setelah 6 bulan menikah, ibuku pernah
mengeluh kepadaku kalau papa mau menjual mobilnya untuk biaya kuliah masku dan
mbakku 20juta, Ibuku meminjam uang ku 20 jt, dari kecil alhamdulillah uang ku
selalu disimpan rapi oleh ibu di bank, aku sebenarnya sebal karena papa ga
pernah kasih aku uang tiba-tiba meminjam uangku dlm jumlah yang besar. Tapi aku
berusaha untuk mengerti orang tuaku, aku berikan uang ku 20jt ke atm papa.
Setelah itu tiap bulan ibuku berani protes dan akhirnya papa selalu mentransfer
uang tiap bulan ke rekeningku. Meskipun kedua kakak tiriku tiap bulan mendapat
jatah 2,5 juta. Aku tetap menerima nya meskipun hanya 500 rb.
Ketika
libur semester 1 aku tinggal dirumah papa. Karena ibuku disini. Aku diajak papa
ngobrol, papa bilang ingin dekat dengan ku, aku mulai disayang papa sejak saat
itu. Aku sangat senang punya papa, lebih tepatnya baru merasakan punya papa.
Hehe. Setelah itu tiap ada masalah aku selalu curhat ke papa.
Semester
2 berjalan dengan lancar Alhamdulillah.. di akhir semester 2 papa mengatakan
kalau tahun 2016 bulan september ini papa pensiun, oleh karena itu papa akan
membayar hutang nya kepadaku, papa memberiku option yang pertama berupa uang
atau umroh, ketika mendengar itu entah ada angin dari mana aku sangat bahagia
dan terharu bahagia. Aku segera mengiyakan kalau aku mau umroh. J
Alhamdulillah aku bersyukur atas apapun pemberian ALLAH SWT. saat ini..
aku berangkat umroh dengan kedua orang tua ku di tahun 2017. penyucian hati, penyucian jiwa, rasa rindu terhadap sang Pencipta yang tak tertahankan dan kerinduan yang mendalam terhadap baginda Nabi Muhammad SAW. jika aku biasanya bersholawat diatas panggung. kali ini aku bersholawat ditempat suci. semua adalah barokah dari doa ibu, barokah Al-Quran dan Barokah Sholawat :)
cerita diatas kubuat saat aku mau masuk perguruan tinggi, dan sekarang aku sudah menginjak semester 6 di UNAIR.
terimakasih karena telah mau membaca ceritaku :D

Komentar
Posting Komentar